Entah ini hanya terjadi padaku, atau tiap orang pun pernah mengalami. suatu keadaan yang sulit kutulis di sini telah kembali menyadarkanku, betapa berartinya lelaki ini. Indah sekali kini kuungkapan “saling menerima adalah bagian penting dari cinta”. Anis Matta pernah berkata, tidak perlu, dalam menjalani saling menerima ini, pada satu sama lain dari pasangan, menyukai semua hal dari pasangannya itu. Andai dapat kupinjam Firman Tuhan, bahwa keimanan itu tidak semata-mata akan dibiarkan tanpa adanya ujian, akan kukatakan pula “cinta, dengan saling menerima di dalamnya, tidak akan mengalir indah begitu saja, tanpa ada suatu ujian.

WAKE UP! term itu dapatlah kuartikan, bangunlah, sadarlah kembali, bahwa dia adalah seseorang yang begitu istimewa dalam dirimu. Sederet kebaikannya telah mengalir dalam sisi manis si kecil.

Ya. Akan kuabadikan kembali, bahwa lelaki itu selalu menjadi sumber inspirasiku. Bahkan itulah yang dulu sangat menarik perhatianku untuk menerima tulus cintanya. Memang, seolah suatu kepentingan yang tersisip di situ. Sederet sisi mulianya tidak boleh kunafikkan hanya karena sekecil sisi lemah dalam dirinya. Aku pun pasti lebih banyak bejatnya dibanding sisi baik.

Akan kuabadikan pula dalam tulisan ini, bahwa dia, yang selama ini selalu menginspirasiku terhadap kecenderungan berbuat kebaikan.

Tuhan, jangan hentikan rasa syukurku akan adanya dirinya. Engkau yang telah menganugrahkan dia di sisiku, kiranya dapat kutitipkan segenap jiwa raganya dan kumohonkan agar Engkau pelihara pula dirinya dengan apa yang selama ini Engkau Anugrahkan pada dirinya.