SEKOLAH GRATIS ADA DIMANA-MANA. betul, memang sejuk terdengarnya. terbayanglah oleh kita, bahwa anak usia wajib sekolah sudah tidak ada yang menganggur pada jam-jam sekolah. ketika beberapa bulan lalu saya coba membantu menebus ijazah SD seorang anak yang setahun putus sekolah karena belum membayar uang ujian, uang perpisahan, dan LKS, ternyata saya melihat sejumlah ijazah-ijazah laiinya yang belum ditebus. dapat diperkirakan, bahwa jumlah berkas ijazah tersebut berbanding lurus dengan sejumlah anak-anak yang belum melanjutkan sekolah ke SLTP.
masih murid mengaji pula, seorang siswa yang baru pindah dari Tegal ke Bandung, mengisi waktunya karena sudah tidak bersekolah lagi tanpa mampu mengambil rapor kelas 2, disebabkan ada biaya yang belum dapat dia lunasi.
nampknya janji-janji manis pemerintah untuk menjamin sekolah gratis, perlu dibarengi dengan dukungan kepekaan untuk memungkinkan pihak sekolah secara pro aktif mendatangi siswa-siswa dan orang tuanya yang mungkin segan. mereka mungkin dalam posisi yang tidak tahu harus berkomunikasi seperti apa, dan menempatkan diri tidak secara setara.
mohon menjadi perhatian para fuungsionaris dinas pendidikan setempat untuk mengecek barangkali di sekolah-sekolah dasar terdapat ijazah-ijazah menganggur yang sulit ditebus oleh anak-anak yang bersangkutan, atau mengecek apakah setiap kenaikan kelas dapat dipastikan semua rapor sudah diambil. secarik kertas yang nampak sepele itu turut menentukan masa depan pendidikan anak-anak.